Postingan

Glico Wings' Frost Bite: Feast Killer

Gambar
Ada pilihan lainnya di dunia es krim Indonesia. Dia adalah Glico Wings dan kali ini aku pengen membahas kenapa salah satu variannya yaitu Frost Bite yang vanilla choco nut  menjadi es krim favoritku. Sebelum dimulai, note bahwa beberapa item review akan dikomparasi dengan pesaing di kelas yang sama yaitu Feast (Walls) yang vanilla. Ok pertama dari tangkai dulu. Untuk hal ini, Frost Bite biasa aja ya dan sepertinya sektor ini dijadikan sebagai cost efficiency nih hehehe. Beda dengan Feast yang terlihat lebih bagus dan kokoh. Yang kedua dari shape/ bentuk. Frost Bite terlihat lebih tebal dan gemuk ke samping sementara Feast lebih memanjang (lonjong). Sama-sama mengklaim volume 65mL. Yang ketiga kacang yang tertempel di dinding cokelatnya lebih banyakan Feast ya. Sesuai dengan apa yang tertulis di kemasan "extra kacang". Yang keempat dan menurutku key factors, menurutku rasa vanilla dan baluran coklat yang menutupnya lebih asik di Frost Bite. Ini memb...

(Jadi,) Tafsir Kontekstual Tidak Terhindarkan

Gambar
Tulisan ini adalah ringkasanku mengenai tafsir kontekstual yang aku baca dari artikel Pak Mun'im Sirry (terima kasih, Pak 😀) pada tanggal 14 Mei 2017 di Geotimes dengan judul "Argumen Keniscayaan Tafsir Kontekstual." https://geotimes.co.id/argumen-keniscayaan-tafsir-kontekstual/ Waktu itu, Pak Mun'im menulisnya dalam kaitan dengan  adanya kesalahan asumsi umum  bahwa tafsir kontekstual itu mengabaikan teks al-Qur’an atau menolak nilai-nilai universal al-Qur’an. Lebih parah lagi, tafsir kontekstual dianggap menjadikan teks al-Qur’an bersifat inferior (lebih rendah) dari konteks penafsirnya.  Kesalahan asumsi ini umumnya bermuara dari ketidakpahaman tentang bagaimana cara tafsir kontekstual bekerja atau berfungsi . Aku tidak akan membahas mengenai tafsir kontekstual pada teks al-Qur'an lebih lanjut, melainkan mengenai pengetahuan tentang tafsir kontekstual. Namun, kalau ada yang tertarik membaca kelanjutannya, silahkan klik link yang aku sudah jot down di a...

No Vaccine For The Dying

Gambar
Hari ini aku baca di laman Liputan 6 Health, tulisan dari Aditya Eka Prawira 👇   http://health.liputan6.com/read/2990358/bahaya-untuk-indonesia-bila-banyak-artis-yang-antivaksin. Tulisan itu diawali dengan berita seorang ibu (yang juga seorang artis) yang mengunggah foto (ngga tau berapa buah foto) anaknya terserang penyakit campak di instagram. Yang menarik (dan mau aku bahas), ibu tersebut adalah seseorang yang tidak setuju akan vaksin dan akibat ketidaksetujuan tersebut memilih untuk tidak melakukan vaksinasi kepada anaknya. Pada artikel tertanggal 14 Juni 2017 tersebut, Aditya juga mengutip banyak perkataan dokter spesialis anak sekaligus pendiri Rumah Vaksinasi: Piprim Basarah Yanuarso. Yang highlight adalah imunisasi penting sekali untuk mencegah penyakit ganas dan berbahaya. Ganas dan berbahaya, 2 hal yang dengan gamblang disampaikan. video Youtube dari akun "Ayo Mikir" Aku jadi teringat oleh teman di tempat kerja dulu yang nyata-n...

Pangkas Rambut Berkat Yakin Sigunggung

Gambar
Seminggu yang lalu, aku baru saja potong rambut.  Merapikan jenggot dan kumis. Kalau di bagian ini sedikit saja, sebab lagi manjangin hehe. Aku udah jadi customer-nya Adil (sahabat sekaligus tukang pangkasku) lebih dari 5 tahun. Nama tempatnya Berkat Yakin. Nama yang aneh, well... setidaknya menurutku.  Meskipun begitu, aku tidak pernah mempermasalahkannya ke Adil atas dasar sederhana: itu usahanya dan aku bahkan ngga punya "saham" di sana hahaha. Sebenarnya itu usaha patungan tiga bersaudara laki-laki yang mengikuti jejak sang ayah: menjadi tukang pangkas rambut. Istilah bahasa Inggrisnya: hairdresser, bahasa Belandanya: kapper. Ayah bukan hanya sumber pengetahuan sehingga mereka memiliki skill seperti sekarang, melainkan ikut menjembatani dibukanya pangkas rambut "Berkat Yakin" di Sigunggung. foto tanggal 12 Juni 2017 jam 18:30, lagi buka puasa jadi warung pangkas ngga ada orangnya Alamatnya ada di Jl Darma Bakti (Sigunggung). Dari perempatan ...

Kids In The Way

Gambar
Bang Yanski (@yanskii) tertanggal 09 Juni 2017 ngetwit surat dari Pak Kepala Sekolah SD Mutiara Persada di Bantul Yogyakarta. Bapak Kepsek itu bernama Pak Suwarsana. Pak Suwarsana menggugah hati para orang tua agar tidak merampas rasa percaya diri dan harga diri (wow langsung 2 inti) anak-anak ketika nilai ujian akhir mereka (mungkin) tidak sesuai yang diharapkan. Lalu apa yang seharusnya dilakukan para orang tua? Yaitu tetap encourage, mencintai mereka dan tidak menghakimi mereka. Waw, unconditional love. Pak Suwarsana menambahkan well mirip mengingatkan sihh bahwa anak-anak itu bisa jadi olahragawan (yang lebih mementingkan fisik daripada fisika), musisi (yang nilai kimianya tak akan berarti), seniman (yang tidak perlu mengerti matematika), dan lain sebagainya. Membaca hal di atas, aku jadi teringat kata-kata Mas Farid (FB: Farid Mardians). Hmm udah lama sih ya 2008 apa 2009? Aku payah dalam mengingat nih hahaha. Waktu itu lagi di mess yang disewa perusahaan temp...

adidas: Die Marke Mit Den 3 Streifen

Gambar
adidas... kalau kata temenku (Mira) from top to toe. Yep, aku adalah adidas lover. Lemme tell you why. Dulu, kami ngga punya antena parabola. Jadi cuman bisa nonton TVRI. Jika kalian ngga tau singkatannya, ayolahhh... really? Sebagai penikmat sepakbola baik bermain dan menontonnya, tentu ini agak jadi halangan. Jelassss sebab TVRI hanya menanyangkan siaran langsung Liga Jerman, itupun tim-tim papan tengah. Bisa jadi karena kendala mahalnya hak siar.  Jangan harap bisa nonton FC Bayern (colek Tante Vie) secara reguler. Makanya saat itu (sampai sekarang) aku ngefans ama Borussia Dortmund, sbab Dortmund lumayan sering ditayangin. Eh padahal waktu itu apparelnya Dortmund itu si swoosh lhoo. Tau kan swoosh itu siapa? Nah itulah saat aku jatuh hati dengan adidas. Jerman identik dengan adidas. Kan negara asalnya. Btw meski kala itu juara pildun 1990, aku malah ngga punya memori ke situ. Baru tau Jerman juara 1990 hanya karena baca-baca dari...

Sate (Padang) Lis

Gambar
Malam ini setelah ikut community (semacam wirid), aku menyempatkan ke Sate Lis dan bertemu dengan Oki sahabatku sekaligus si penjualnya. Sebenarnya udah ada ide nulis tentang ini sekitar 3-4 hari lalu, nah malam ini ceritanya mau ngambil foto gerobaknya si Oki haha. Aku mau cerita dari awal perkenalanku dengan keluarga penjual sate ini, sate yang mana Mamaku selalu bilang "ngga mau klo ngga sate Lis", sesuatu yang Mamaku jarang sekali ucapkan dalam kaitannya dengan makanan atau suatu barang yang diingininya. Selain gerobak, mereka juga buka di rumahnya. Biasanya yang jualan di gerobak itu Bapak YurnaLIS  (dari sini nama sate Lis itu berasal) , lalu yang di rumah itu Mama Erfani. Bapak Yurnalis handal bikin es tebak, bakso, dan sate Padang.  Aku tau dari si Oki. Sebenarnya ada yang lain sih, tapi aku lupa. Bersama Mama Erfani, mereka memutuskan untuk menspesialisasikan (ada ngga bahasa itu ya? Maaf guru-guru bahasa Indonesiaku dari SD-SMA yaa haha) di sate Padang. O...

Church Should Be A Place Where...

Gambar
Pagi ini aku terhentak dengan twit dari Jay Haizlip. Dia mengutip quote dari Jarrid Wilson yang berbunyi: "Church should be a place where people CAN ADMIT their FAILURES and BE EMBRACED and COMFORTED, NOT FEAR being REJECTED". Aku lantas teringat dengan salah satu lagu yang sangat bagus (dan menurutku one of the best rap ballad song 😁) dari Kevin Burgess alias KB yang judulnya Open Letter (Battlefield). Lagu ini berisi 2 surat dari fans-nya yang sedang struggle. Terspesial fans pertama yang pergumulannya terlukis di Verse 1 pada lagu ini. Dia seorang wanita yang dari segi fisik ngga menarik (gendut) dan karena itu dia udah jomblo selama 5 tahun. Dalam jomblonya tersebut dia malah jadi abnormal, dia merindukan sentuhan wanita alias dia jadi seorang lesbian! Dan kalimat selanjutnya menunjukkan betapa ini salah satu peristiwa dari apa yang ditwitkan Jay di atas: "I tried TALKING TO THE PEOPLE AT CHURCH, but THEY JUST LOOK AT ME FUNNY on...

Memberi Makan 4000 Orang

Gambar
Sepertinya kisah Tuhan Yesus (Isa) memberi makan 4000 orang rada jarang dibahas. Aku coba bahas dalam kaitannya dengan peristiwa sama namun kuantitas orang yang dikasi makan berbeda (maksudnya yang 5000 orang) 😊 Ok, aku ambil dari Mark 8:1-10. Kisah ini diawali ketika Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan (compassion) karena flair-nya Tuhan itu perfect. Dia bisa melihat bahwa mereka tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Jadi, tolong diingat bahwa Tuhan digerakkan bukan oleh performa anda (anda rajin, taat ini itu) tetapi oleh belas kasihanNya sendiri. God centered, please 😀 (pic from humor sehat tanpa micin @ngakakrohani) Saat itu ada 7 potong roti. Dalam bahasa aslinya (Greek language), kata roti di situ sama dengan kata roti yang diucapkan Tuhan Yesus saat memberi makan 5000 orang. Dalam hal ikan justru ada perbedaan.  Pada peristiwa memberi makan 4000 orang, jumlah ikan tidak disebutkan secara presisi, namun jenis ikannya iya. Ikan...

Mr Big: Defying Grafity

Gambar
Waktu buka FB, eh Billy Sheehan (pemain bass Mr Big) posting official video dari salah satu lagu yang bakal ada di album baru mereka Defying Grafity. Lagu itu berjudul Everybody Needs A Little Trouble. Eh kok drummernya ada 2 orang di video klip itu? Wah langsung searching. Ternyata Pat (drummer aslinya) mengidap parkinson dan posisi drummer gantian dengan Matt Star yang udah jadi session drummer turnya mereka sejak 2011. Get well soon, Pat. Best wishes 🙏 Sedih juga denger Pat sakit, ini band salah satu favoritku. Waktu lihat video making this albumnya, Eric (vokalis) bilang kalau kami ngga muda lagi. Memang benar. Mereka kelihatan tua, t ime flies by tapi mereka tetap keren 😊 Sepertinya bakal nyari nih album deh. Paul bilang dia udah melatih improvisasinya dan di album ini tmapaknya usaha tersebut terbayar lunas baik dalam aspek melodi maupun solo-solo berbahaya. Selengkapnya bisa dilihat di link berikut 👇 http://supermusic.id/superbuzz/mr-big-siap...